JAKARTA -- Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Prof
Arief Rachman mengingatkan pemerintah untuk mengendalikan dan mengawasi
pemakaian air bersih.
"Indonesia termasuk terutama di kota-kota besar itu mempunyai masalah
yang sangat besar. Masalah yang paling penting di kota-kota besar
adalah pengendalian dan pengawasan terhadap pemakaian air bersih,"
katanya usai lokakarya dalam memperingati Hari Air Sedunia 2015 bertema
"Water and Sustainable Development" di Kantor Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Jakarta, Selasa Malam.
Ia mengatakan, banyak masyarakat di daerah perkotaan masih mengalami
sanitasi buruk yang disebabkan kurangnya ketersediaan air bersih. "Di
kota-kota besar banyak sekali keluarga yang tidak mempunyai sistem
sanitasi yang baik," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, sumber air yang segar, bersih dan sehat juga
makin lama makin surut. Ini dikarenakan ketidakmampuan menjaga air yang
ada di pegunungan untuk turun ke daerah yang lebih rendah secara
teratur, alami dan ilmiah.
"Kita melihat sendiri di daerah-daerah tertentu seperti Bandung,
Jakarta dan daerah lainnya, banjir hampir tidak bisa dikendalikan, ini
karena masalah tidak ada pengendalian dan pengawasan tentang air itu,"
tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO pada
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kantor Unesco
di Jakarta mengangkat pentingnya menjaga air secara ilmiah melalui
lokakarya itu.
"Sebetulnya peringatan tentang air itu harus setiap detik, hari ini
saja kita berpikir kita memerlukan air bersih itu berapa banyak dan
bagaimana kita menjaganya. Ini semua saya pikir lebih penting daripada
memiliki mobil dan gedung-gedung tinggi," ujarnya.
Dalam lokakarya itu, UNESCO yang diwakili Prof Shahbaz Khan
menyampaikan suatu laporan dunia yang telah dikerjakan UNESCO bersama
dengan badan-badan terkait tentang keadaan air di dunia. Pokok bahasan
yang diangkat melalui laporan itu antara lain demografi keadaan dunia
seperti daerah-daerah mana saja yang airnya masih terpelihara dengan
baik dan tantangan dalam pembangunan air secara berkelanjutan.
"Saya memimpikan suatu negara Indonesia yang betul-betul nanti
menonjol yang didatangi orang-orang dari mana saja karena kita mempunyai
manajemen tentang air itu dengan sebaik-baiknya," kata Arief.*
*Sumber: www.republika.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar